Krisis Finansial, Persitas Terancam Gagal Ikuti Babak 8 Besar

Jum'at, 18 Oktober 2019 19:34 Clara Aditia FokuSport

Krisis Finansial, Persitas Terancam Gagal Ikuti Babak 8 Besar


Koropak.co.id - Sang Juara Grup A Kompetisi Super Jalapa Liga 3 Jawa Barat, Persitas terancam gagal ikuti babak delapan besar Super Jalapa Liga 3 PSSI Jabar yang akan dimulai pada 25 Oktober 2019 mendatang. Kesebelasan kebanggaan warga Kabupaten Tasikmalaya itu tengah dirundung masalah klasik, krisis finansial.

Dijumpai Koropak, Jumat (18/10/2019), Ketua Umum Persitas, DR. H. Basuki Rahmat, M.Si menuturkan dana yang ada bukan lagi nol, melainkan minus.

"Ya, jangankan memikirkan pertandingan lanjutan di babak 8 besar, memikirkan utang bekas mengikuti babak penyisihan kemarin saja kami masih kebingungan,” katanya.

Basuki mengakui, untuk melakoni babak penyisihan kemarin, Persitas mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, ada juga dana dari penjualan tiket, serta sumbangan dari pengurus. Namun sumber-sumber dana tersebut tak cukup untuk membiayai kebutuhan tim selama menjalani kompetisi.

"Solusinya, saya sebagai Ketua Umum pinjam sana-sini untuk membiayai Persitas. Utangnya selama ini mencapai ratusan juta, baik ke pihak bank maupun ke pribadi-pribadi pengurus,” kata Basuki.

 

 

Koropak.co.id - Krisis Finansial, Persitas Terancam Gagal Ikuti Babak 8 Besar

 

Baca : Bupati Ade Akan Perjuangkan Penyelesaian Stadion Persitas

Dengan kondisi seperti ini, kata Basuki, sangat tidak memungkinkan bagi Persitas untuk bisa mengikuti kompetisi. Bahkan saat ini pun, pihaknya terpaksa meliburkan para pemain karena sudah tak ada dana sedikitpun, bahkan untuk latihan sekalipun.

"Padahal kan seharusnya, dalam menghadapi babak 8 besar ini, latihan harus lebih diintensifkan. Tapi apa boleh buat, karena sama sekali tak ada dana, pemain terpaksa kami liburkan dulu,” ujar Basuki.*

 

Baca pula : Siasati Minimnya Dana, Ketua Umum Persitas Cari Sponsor

 

Related