Polri Ajukan Sejumlah Persyaratan Untuk Kompetisi Shopee Liga 1 2021

Kamis, 04 Februari 2021 20:36 Eris Kuswara Sepakbola

Polri Ajukan Sejumlah Persyaratan Untuk Kompetisi Shopee Liga 1 2021



Koropak.co.id - Hingga saat ini, pihak kepolisian belum memberikan lampu hijau untuk penyelenggaraan kompetisi sepakbola di tanah air. Bahkan Polri pun mengajukan sejumlah persyaratan jika ingin penyelenggaraan Shopee Liga 1 Tahun 2021 bisa bergulir.

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Sudjarno mengatakan, sejumlah persyaratan yang diajukan Polri hingga saat ini tengah dikerjakan oleh pihaknya. Namun pada intinya pihaknya menegaskan bahwa kompetisi harus bisa berjalan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang sangat ketat.

"Saat ini, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT LIB sedang menyiapkan langkah-langkah sambil menunggu persyaratan apa saja yang harus dilengkapi. Sebelumnya, kami juga sudah mendapatkan rekomendasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan juga Standar Operasional Prosedur (SOP) dari protokol kesehatan itu sendiri," kata Sudjarno sebagaimana dihimpun Koropak, Kamis (4/2/2021).

Selain itu, tutur Sudjarno, hingga saat ini PT LIB sendiri tengah merapikan protokol kesehatan yang akan diterapkan dalam kompetisi mendatang. Bahkan pihaknya juga turut membuat detail protokol yang lebih lengkap agar bisa lebih meyakinkan pihak kepolisian untuk memberikan izin.

 

Baca : Klub-Klub Liga 1 Minta Turnamen Shopee Liga 1 2020 Dibubarkan dan Diganti 2021

"Sebenarnya PSSI juga sudah membuat rancangan protokol kesehatan yang sudah dirampungkan pada pertengahan tahun 2020 lalu. Namun khusus untuk musim 2021 ini, ada beberapa penyesuaian dalam rancangan protokol kesehatan untuk olahraga sepakbola," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita menjelaskan, dari sejumlah persyaratan yang diminta kepolisian, Polri sendiri tidak ingin bergulirnya kompetisi sepakbola justru menambah jumlah kasus positif Covid-19 yang ada di Indonesia.

Bahkan, PT LIB juga diminta agar bisa melakukan pengecekan berkala dengan hasil tes cepat dan akurat kepada seluruh komponen yang terlibat di kompetisi mendatang. Kemudian, pengecekkan itu juga harus sesuai dengan standar yang diberikan pemerintah dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

"Pemerintah peduli dengan Covid-19, jadi paling tidak bagaimana mereka bisa menyelamatkan nyawa manusia. Jangan sampai adanya sepakbola malah menambah kasus positif. Namun, di sisi lain pemerintah juga sadar sepakbola ini tidak bisa ditahan izin kompetisinya. Oleh karena itulah, mereka ingin menjadikan sepakbola sebagai role model penerapan protokol kesehatan ketat di bidang olahraga. Tapi ini tidak mudah, dan kami harus berhati-hati," tutur Lukita.*

 

Baca pula : FIFA Resmi Menunda Kompetisi Piala Dunia U-20 Tahun 2021 di Indonesia

 

Related