Irene Sukandar, Percatur Wanita Pertama Indonesia yang Raih Gelar WGMI

Minggu, 28 Maret 2021 14:26 Rizky Atlet

Irene Sukandar, Percatur Wanita Pertama Indonesia yang Raih Gelar WGMI



Koropak.co.id - Women Grandmaster International asal Indonesia, Irene Kharisma Sukandar atau yang lebih dikenal dengan nama Irene Sukandar telah banyak meraih berbagai prestasi dan penghargaan. Beberapa waktu lalu, Irene ramai diperbincangkan publik setelah kemunculannya di video podcast milik Deddy Corbuzier.
Bahkan Irene juga berhasil mengalahkan Dadang Subur alias Dewa Kipas yang belakangan ini viral setelah dia berhasil mengalahkan International Master Levy Rozman dengan akun Gothamchess di Chess.com.

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama para penggemar olahraga catur, tentunya Irene sudah tidak asing lagi berkat segudang prestasinya yang berhasil mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia di bidang olahraga catur. Diketahui, wanita kelahiran 7 April 1992 ini telah banyak meraih gelar kejuaraan catur. Bahkan ketika dirinya masih berusia 10 tahun, dia sudah berhasil menggaet juara 3 di Kejuaraan Catur Asean tahun 2002 di Singapura.

Irene sendiri merupakan pecatur wanita pertama Indonesia yang berhasil mendapatkan gelar Women Grandmaster International pada Desember 2008 dan International Master pada 2014 lalu. Selain itu, peringkat FIDE Irene pada Maret 2021 mencapai 2.413 dan peringkat tertinggi elo ratingnya yakni mencapai 2.432 pada tahun 2016 lalu.

Kala itu, di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Irene telah berhasil menjuarai sejumlah ajang perlombaan catur tingkat Asia Tenggara dan dunia. Mulai dari juara 4 KU 10 tahun Kejuaraan Catur ASEAN di Malaysia tahun 2003, meraih dua medali perak pada SEA Games Vietnam tahun 2003, dan berhasil meraih peringkat ke-9 Kejuaraan Dunia Junior di Yunani tahun 2003, serta meraih medali perak Olimpiade Catur papan tiga di Spanyol tahun 2003.



Baca : Dewa Kipas Blunder, Grandmaster Catur Irene Sukandar Raih Kemenangan


Berselang setahun berikutnya, Irene berhasil meraih peringkat ke-14 Kejuaraan Dunia Junior KU 14 tahun di Pulau Kreta, Yunani tahun 2004. Selain itu, Irene juga berhasil meraih medali perak Kejuaraan Catur Asia di bawah 14 tahun di Singapura tahun 2004. Bahkan yang mengejutkannya lagi pada tahun 2005, Irene berhasil imbang melawan juara 1 Kejuaraan Catur Asia KU 14 Singapura, GMW Corke dengan skor 3-3.

Sementara itu, pada tahun 2006, di usianya yang ke 14 tahun, Irene mampu mencapai peringkat 4 Kejuaraan Dunia Junior di Georgia dan di tahun 2008, Irene Kharisma Kusnandar dinobatkan sebagai The Best Player Women pada Malaysia Open tahun 2008, saat usianya masih 16 tahun serta masih banyak lagi prestasi yang berhasil diraihnya hingga saat ini.

Irene Kharisma Kusnandar juga berhasil mendapatkan banyak penghargaan selama menempuh kariernya sebagai pecatur wanita, salah satunya di tahun 2005 dia mendapatkan penghargaan Parama Krida Pratama dari Presiden Republik Indonesia saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian juga penghargaan sebagai Atlet Harapan Indonesia Terbaik pada Indonesian Sports Award.

Bahkan di tahun yang sama, Irene juga mendapatkan penghargaan Atlet Wanita Berprestasi Internasional dari Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) tahun 2006. Tak hanya itu saja, di tahun 2008 Irene Sukandar mendapatkan rekor MURI sebagai Wanita Pertama Indonesia yang bergelar Grand Master Wanita dan di tahun berikutnya, Irene diberi penghargaan sebagai Atlet Putri Terbaik Indonesia di Anugerah Atlet Olahraga Indonesia tahun 2009.*



Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini