Sejarah Panjang Turnamen AFF, Dulu Bernama Piala Tiger

Jum'at, 31 Desember 2021 15:37 Eris Kuswara Sepakbola

Sejarah Panjang Turnamen AFF, Dulu Bernama Piala Tiger

 

Koropak.co.id - Turnamen Piala ASEAN Football Federation (AFF) seperti dendam yang belum dibalaskan. Bagi Indonesia, AFF kerap menyisakan luka mendalam.

Memang pahit untuk dikenang. Tapi ini kenyataan. AFF punya sejarah yang panjang. Semoga Indonesia bisa menaklukannya suatu saat nanti.

Sejarah AFF dimulai pada tahun 1996-an. Kala itu, Konfederasi Sepak Bola ASEAN (AFF) berinisiatif untuk membentuk sebuah turnamen antar negara di Asia Tenggara.

Selain dijadikan sebagai hiburan, tujuan utama dari diselenggarakannya turnamen itu agar sesama negara tetangga bisa memiliki turnamen yang kompetitif.

Kala itu, negara-negara di Asia Tenggara terlanjur kesulitan untuk tampil di turnamen yang diselenggarakan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Sehingga, Piala AFF pun seakan menjadi solusi agar tim-tim yang berasal dari negara Asia Tenggara tidak terlampau jauh ketinggalan kualitasnya.

Diinisiasi oleh enam anggota AFF yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam dan Indonesia, dibentuklah sebuah turnamen lingkup Asia Tenggara.

Tepatnya di tahun 1996. Kala itu, turnamen AFF diberi nama Piala Tiger. Nama merk yang satu ini merupakan sponsor utama hajat turnamen tersebut.

Dilansir dari Bola.com, pada edisi pertama Piala Tiger, enam anggota AFF ditambah dengan empat tim yang menjadi undangan yakni Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam diikutsertakan dalam turnamen.

Turnamen pertama yang memainkan 24 pertandingan tersebut pun digelar di Singapura sebagai tuan rumahnya. Tak dinyanya, Piala Tiger perdana itu mampu menyedot perhatian publik.

Menurut catatan dari banyak sumber, rata-rata penonton yang datang ke stadion menyentuh angka 10.229 per pertandingan. Angka yang fantastis untuk sebuah perhelatan bola perdana.

Produktivitas gol dalam turnamen edisi pertama itu juga terbilang tinggi. Sejak babak penyisihan sampai dengan final, sudah terjadi 93 gol atau jika di rata-ratakan menjadi 3,88 gol per laga yang dijalani.

Thailand memastikan diri sebagai juara pada Piala Tiger edisi pertama tersebut setelah berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor tipis 1-0 di babak final.

Penyerang Thailand, Netipong Srithong-in juga turut terpilih sebagai top skorer dengan sumbangan 7 gol yang dilesakannya. Sementara predikat pemain terbaik diraih oleh pemain Malaysia, Zainal Abidin Hassan.

Jejak kesuksesan inilah yang menjadi cikal bakal turnamen Piala Tiger atau yang sekarang dikenal sebagai Piala AFF digelar setiap dua tahun sekali.

Selain itu, Tiger yang merupakan perusahaan bir asal Singapura menjadi sponsor utama selama 10 tahun yang terhitung sampai dengan tahun 2006. Pada edisi awalnya, Piala Tiger juga diketahui menggunakan sistem turnamen.

Setiap tim harus berjuang terlebih dahulu pada babak penyisihan grup, kemudian dua tim teratas dari masing-masing grup akan lolos ke semifinal. Pada babak ini, Piala Tiger memberlakukan sistem knock-out hingga final.

Kendati demikian, tetap ada perebutan tempat ketiga yang digelar sebelum finalnya. Seiring perjalanannya, terjadilah perubahan format yang dimulai pada Piala Tiger tahun 2004.

AFF mulai memberlakukan sistem dua leg pertandingan dengan format kandang dan tandang pada babak gugur yakni semifinal hingga final.

Sistem teranyar inilah yang dianggap paling adil, sehingga peluang semua tim untuk bisa menjadi juara terbuka lebar.

 

 

Baca : Sejarah Duel Indonesia Vs Thailand di Final Piala AFF

Pada tahun 2007, laga perebutan peringkat ketiga dihilangkan. Turnamen semakin menarik setelah pada edisi tahun 2018 menggunakan format baru.

Persaingan untuk tampil di Piala AFF juga semakin ketat, di mana hanya ada sembilan tim dengan peringkat tertinggi yang otomatis bisa lolos. Adapun untuk dua tim lainnya harus bermain pada kualifikasi dengan format dua leg.

Piala Tiger kemudian berganti nama. Seiring dengan beralihnya sponsor utama dan mulai tahun 2008. Nama turnamen berubah dari Piala Tiger menjadi Suzuki AFF Cup atau yang sekarang lebih sering dikenal sebagai Piala AFF.

Bagi Timnas Indonesia, Piala AFF hingga saat ini masih menjadi tantangan yang harus ditaklukan. Kendati sejarah sebagai inisiator turnamen tak bisa dihapus, namun pada kenyataannya Indonesia kini belum pernah meraih gelar Piala AFF.

Padahal, Timnas Indonesia sudah lima edisi hampir meraih gelar. Skuad Merah Putih lima kali masuk final yakni pada tahun 2000, 2002, 2004, 2010 dan 2016. Akan tetapi semuanya berujung dengan kekalahan.

Rasa kekesalahan dan penasaran juga menjadi campur aduk pada setiap edisinya. Timnas Indonesia juga bukan tanpa usaha, namun bisa dikatakan hanya kurang beruntung saja dikarenakan Skuad Garuda selalu kalah di laga final.

Berbagai cara juga dilakukan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) agar bisa menyudahi rasa penasarannya di Piala AFF. Mulai dari pergantian pelatih, proyek naturalisasi hingga pemusatan latihan di luar negeri, pada kenyataannya masih belum mampu berbuah menjadi gelar.

Piala AFF 2020 ini tentunya menjadi momentum utama bagi Timnas Indonesia untuk menyudahi rasa penasaran tersebut. Pelatih kelas dunia yang mempunyai pengalaman di Piala Dunia, Shin Tae-yong pun diberi target utama untuk bisa memberikan gelar perdana bagi Timnas Indonesia.

Sejauh ini, mulai ada tanda-tanda perkembangan dari Timnas Indonesia. Bahkan dalam dua pertandingan terakhir, Timnas Indonesia mampu meraih kemenangan sekaligus menyudahi tren negatif yang diraih sejak tahun 2019.

Kendati demikian, hingga saat ini Timnas Thailand masih menjadi raja di Piala AFF. Skuad berjulukan Gajah Perang itu menjadi tim tersukses sepanjang penyelenggaraan turnamen.

Thailand sudah berhasil lima kali meraih gelar Piala AFF yakni pada tahun 1996, 2000, 2002, 2014 dan 2016. Thailand juga unggul satu gelar dari Singapura.

Sementara itu, Vietnam sudah berhasil mengoleksi dua gelar, sedangkan Malaysia meraih sekali gelar. Timnas Indonesia memang masih senasib dengan Filipina, Myanmar, Kamboja, Brunei Darussalam, Timor Leste dan Laos yang belum mencicipi jawara AFF. Tapi harapan akan selalu ada. Semoga kita berikutnya. *

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

 

Related