Tarung Derajat, Beladiri Praktis Metropolis

Sabtu, 29 September 2018 16:22 Clara Aditia Sport lain

Tarung Derajat, Beladiri Praktis Metropolis

 

Koropak.co.id - Akhir-akhir ini, stasiun televisi menyuguhkan tayangan beladiri yang tergolong keras, cepat dan praktis, seperti Mixed Martial Art (MMA), Fride FC, UFC serta banyak lagi yang cocok untuk dijadikan pegangan atau pembelaan diri ketika dalam kondisi terdesak terlebih di kota metropolitan.

Termasuk beladiri tarung derajat, yang merupakan olahraga asli Indonesia yang diciptakan oleh Ahmad Derajat atau lebih dikenal AA Boxer. Tarung Derajat terlahir 18 Juli 1972 berkat kerasnya kehidupan Sang Guru di jalanan kota Bandung

Pada awal didirikannya olahraga beladiri tarung derajat, kebanyakan anggotanya adalah kaum laki-laki, terutama para pria yang rutin bergelut di lapangan, seperti sopir angkot, tenaga satpam bahkan tenaga sales lapangan.

Hal itu membuat tarung derajat membuat teknik pelatihan tarung derajat bersifat praktis, singkat dengan konsep langsung praktek dan langsung berhadapan untuk bertarung, tidak seperti beladiri lainnya. Tarung derajat lebih menekankan kepada latihan fisik, karena dari sekitar 2 jam latihan selama 1,5 jam adalah latihan fisik, sedangkan selebihnya pemberian materi.

 

Koropak.co.id - Tarung Derajat, Beladiri Praktis Metropolis (2)

 

Baca : Ikatan Alumni Tarung Derajat Kota Tasikmalaya Dibentuk

Pelatih Utama Tarung Derajat Kota Tasikmalaya, Zeni Handony menuturkan walaupun terkesan keras, tarung derajat berbeda dengan olahraga lainnya yang hanya mengandalkan jurus. Tarung derajat justru mengandalkan kekuatan otak, naluri, reflex serta ketenangan dan ketepatan dalam melihat kelemahan musuh.

"Hal tersebut dikarenakan sang guru mendapat pengalaman buruk dalam sejarah dibentuknya tarung derajat. Kala itu, saat masih belajar, sang guru dipaksa untuk bertarung dengan seniornya dan menjadi bulan-bulanan sang senior," katanya.

Berkat pengalaman yang keras, kata Zeni, sang guru bisa membentuk tarung derajat sebagai simulasi pertarungan yang nyata berdasarkan otak dan kecerdasan yang harus dijadikan senjata dalam pertarungan.

"Melalui gerakan reflex lebih utama dibanding jurus, hal tersebut membuat beladiri tarung derajat bisa menerapkan kemampuannya dalam segala situasi terutama saat keadaan terpojok," katanya.*

 

Baca : Tarung Derajat Kota Tasikmalaya Unjuk Taring di Popda XII Jabar

 

Related